Berhaji Pakai Uang Haram?

Assalamu’alaikum wr wb.Selamat pagi.. selamat sore dan selamat malam bagi para pembaca semua… Apa kabar para pembaca yang di rahmati allah? Semoga kita tetap berada di lindungan allah SWT aminnn.

 Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang lembaga keuangan umat yang berkaitan dengan bagaimana hukum berhaji menggunakan uang yang haram.

 Sebelum masuk ke materi haji sebelumnya apa sih itu lembaga keuangan umat? Lembaga keuangan umat adalah suatu perusahaan yang bergerak  pada bidang keuangan, penyaluran dana ataupun kedua duanya. Lembaga keuangan juga berperan sebagai lembaga perantara keuangan yang menyediakan jasa untuk mempermudah masyarakat untuk bertransaksi monoter.
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Didalam lembaga keuangan umat juga menjelaskan tentang rukun islam yang ada lima

عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اللهُ عنهما – قَالَ قَال رَسُوْلُ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ – بني الاسْلَامُ عَلَي خَمْسٍ شَهَادَة أَنْ لَا إِلَهَ إِلَا اللهُ وَأنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيْتَاءِ ازَّكَاةِ وَالْحَجٌ وَصَوْمِ رَمَضَانَ (رواه البخار )ِArtinya : Dari Ibnu Umar RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Islam dibangun atad lima perkara: persaksian sesungguhnya bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan – NYA, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, haji dan puasa dibulan ramadhan. ( HR. BUKHORI ).Pada hadist ini dijelaskan bahwa islam tidak bisa berdiri kecuali atas lima perkara ini. Ketinggian derajat yang sudah disebutkan dan sesungguhnya islam dibangun atasnya. Sebagaimana bangunan fisik yang tidak bisa berdiri kecuali diatas tiang tiangnya.

Selanjutnya kita akan membahas tentang BERHAJI PAKEK UANG HARAM? Sebelum itu apa pengertian Haji itu sendiri? Haji adalah rukun islam yang kelima yang tujuannya untuk mendekatkan diri atau dengan sengaja pergi ke Ka’bah ( Baitullah ) agar sempurna rukun islam yang lima tersebut. 

Lalu Bagaimana sih hukumnya orang yang berhaji memakai uang haram? Ya tentunya kalian semua paham lah ya… tentunya tidak boleh bahkan tidak sah hajinya. Tetapi ada 2 kelompok fuqaha tentang pembahasan ini: Pertama, Imam Ahmad Ibn Hambal serta para pengikutnya berpendapat bahwa sesorang yang berhaji dengan memamai uang haram maka hajinya tidak sah dan kewajibannya dianggap gugur bahkan bisa menjadikannya dosa. bahkan Kedua, Imam Muhammad Ibn Idris Al Syafi’i , Malik Ibn Anas dan Abu Hanifah serta kebanyakan ulama’ terdahulu menyatakan bahwa berhaji memakai uang haram adalah sah, tetapi haram. Atau menurut Abu Hanifah adalah Makruh Tahrim. Kewajiban melaksanakan hajinya menjadi gugur, tetapi ia berdosa.

 Yang haram bukan hajianya melainkan dari cara dia memperoleh uang tersebut untuk berhaji.Berkaitan tentang berhaji dengan uang haram ada hadist riwayat Thabrani dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda menyatakan yang artinya: ” Jika seseorang pergi berhaji dengan nafkah yang baik lalu ia menginjakkan kakinya di tanah suci seraya mengucapkan :”labbaik Allahumma Labbaik” maka dijawab dari langit ( oleh Allah ) :” Aku menerima hajimu dan menanugerahkan kebahagiaan bagimu karena bekal yang engkau pergunakan untuk berhaji adalah halal, perjalananmu juga halal dan hajimu mabrur tidak tercela. Dan jika seorang pergi berhaji dengan nafkah yang najis lalu menginjakkan kakinya di tanah suci seraya mengucapkan :”Labbaik Allahumma Labbaik”, maka dijawab dari langit: ” aku tidak menerima hajimu dan tidak menganugerahkan kebahagiaan bagimu karena bekal yang engkau pergunakan adalah haram, biaya yang engkau belanjakan juga haram dan hajimu pun menjadi tercela lagi tidak berpahala. (HR THABRANI ).Pada uraian arti dari hadist tersebut sudah jelas bahwa Rasulullah SAW menegaskan bahwa siapapun yang pergi berhaji dengn menggunakan uang haram maka, ia tidak mendapatkan pahala bahkan mendatangkan dosa dan ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT.

Madzab Hanafi, syafi’i dan maliki berhaji yang menggunakan uaang haram tetap sah meskipun ia berdosa atas kesalahannya memperoleh harta haram sebagaimana kutipan berikut ini:)وَيَسْقُطُ فَرْضُ مَنْ حَجَّ بِمَالٍ حَرَامٍ ) كَمَغْصُوبٍ وَإِنْ كَانَ عَاصِيًا كَمَا فِي الصَّلَاةِ فِي مَغْصُوبٍ أَوْ ثَوْبِ حَرِيرArtinya, “(Gugurlah kewajiban orang yang berhaji dengan harta haram) seperti harta rampasan sekalipun ia bermaksiat. Sama halnya dengan shalat di tempat hasil rampasan atau mengenakan pakaian terbuat dari sutra,” (Lihat Abu Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib, juz 6, halaman fifty one). Syekh Abu Zakariya Al Ansari secara tegas Mengatakan bahwa siapapun yang berhaji menggunakan uang haram itu seperti orang yang shalat menggunakan pakaian hasil rampasan atau sutra yaitu kain yang diharamkan dipakai oleh laki laki. Artinya, ibadah haji dan shalatnya  yang bersangkutan tetap sah.

Kalangan Hanafi, Maliki dan Syafi’i mengeluarkan argumentasi bahwa haji itu sendiri adalah kunjungan ke tempat tempat agama, dan itu tidak dilarang. Yang dilarang oleh agama adalah yang menggunakan uang haram tersebut untuk melakukan ibadah haji. Jadi keduanya tidak ada yang berkaitan sama halnya dengan orang yang bersembahyang di tempat rampasan, shalatnya tetap sah saja tetapi menempati tanah rampasan itu yang diharamkan oleh agama.

Sementara madzab Hanbali berpendapat dengan jumhur ulama’ tentang perihal Penerimaan dan pahala. Seseorang yang beribadah haji menggunakan uang haram tidak menerima pahala dan ibadah hajinya tidak sah.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjaditanggung jawab komentatorseperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Gabung dan cari tahu tentang Kompasiana terkini dan informasi penting lainnya!VIDEO PILIHAN